For Rohani Shared

Bacaan ringan rohani Kristen

KISAH KEPITING

Filed under Renungan Rohani by juandi.siregar on 01-09-2009

Beberapa tahun yang lalu, kalau tidak salah tahun 2000, saya berkunjung ke kota Pontianak, teman saya disana mengajak saya memancing Kepiting.
Bagaimana cara memancing Kepiting?
Kami menggunakan sebatang bambu, mengikatkan tali ke batang bambu itu, diujung lain tali itu kami mengikat
sebuah batu kecil.

Lalu kami mengayun bambu agar batu di ujung tali terayun menuju Kepiting yang kami incar, kami mengganggu Kepiting itu dengan batu, menyentak dan menyentak agar Kepiting marah, dan kalau itu berhasil maka Kepiting itu
akan ‘menggigit’ tali atau batu itu dengan geram, capitnya akan mencengkeram batu atau tali dengan kuat sehingga kami leluasa mengangkat bambu dengan ujung tali berisi seekor Kepiting gemuk yang sedang marah.

Kami tinggal mengayun perlahan bambu agar ujung talinya menuju sebuah wajan besar yang sudah kami isi dengan air mendidih karena di bawah wajan itu ada sebuah kompor dengan api yang sedang menyala.

Kami celupkan Kepiting yang sedang murka itu ke dalam wajan tersebut, seketika Kepiting melepaskan gigitan
dan tubuhnya menjadi merah, tak lama kemudian kami bisa menikmati Kepiting Rebus yang sangat lezat.

Kepiting itu menjadi korban santapan kami karena kemarahannya, karena kegeramannya atas gangguan yang
kami lakukan melalui sebatang bambu, seutas tali dan sebuah batu kecil.

Kita sering sekali melihat banyak orang jatuh dalam kesulitan, menghadapi masalah, kehilangan peluang,kehilangan jabatan, bahkan kehilangan segalanya karena MARAH .

Jadi kalau anda menghadapi gangguan, baik itu batu kecil atau batu besar, hadapilah dengan bijak, redam kemarahan sebisa mungkin, lakukan penundaan dua tiga detik dengan menarik napas panjang, kalau perlu pergilah ke kamar kecil, cuci muka atau basuhlah tangan dengan air dingin, agar murka anda mereda dan anda terlepas dari ancaman wajan panas yang bisa menghancurkan masa depan anda.

Nothing Great in the World has ever been accomplished without PASSION

Sumber

JAWABAN DOA

Filed under Renungan Rohani by juandi.siregar on 01-09-2009

Pada suatu hari seorang wanita sedang membimbing keponakannya belajar.Tapi tidak seperti biasanya, kali ini keponakannya tidak bisa berkonsentrasi. Ternyata salah satu kelerengnya hilang. Tiba – tiba anak itu berkata, “Bi, bolehkah aku berlutut dan meminta Allah untuk menemukan kelerengku ?”
Ketika bibinya mengizinkan, anak itu lalu berlutut di dekat kursinya, menutup matanya dan berdoa dengan sungguh – sungguh. Selesai berdoa dia bangkit berdiri dan melanjutkan pelajarannya.
Keesokan harinya, bibinya yang takut doa keponakannya tidak terjawab, dan dengan demikian akan melemahkan imannya, dengan khawatir bertanya, “Sayang, apakah engkau sudah menemukan kelerengmu ?”

“Tidak, Bi” Jawab anak itu, “tetapi Allah telah membuatku tidak menginginkan kelereng itu lagi.”

Alangkah indahnya iman anak itu. Allah memang tidak selalu menjawab doa kita menurut kehendak kita, tetapi jika kita tulus berdoa, Dia akan mengambil keinginan kita yang bertentangan dengan kehendak-Nya. Maju terus dalam Tuhan, Tuhan Yesus memberkati saudara dan seisi rumah, Amin. Teriring salam dan doa.

Sumber

KISAH ARLOJI YANG HILANG

Filed under Renungan Rohani by juandi.siregar on 01-09-2009

Ada seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu.
Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan. Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut.
Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu.

“Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini ?”, tanya si tukang kayu.

“Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi tik-tak, tik-tak. Dengan itu saya tahu di mana arloji itu berada”, jawab anak itu.

Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam ‘kesibukan dan kegaduhan’. Ada baiknya kita menenangkan diri kita terlebih dahulu sebelum mulai melangkah menghadapi setiap permasalahan. “Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin.” (Pengkhotbah 4:6). ”

Sumber

BUNGA CANTIK DALAM POT YANG RETAK

Filed under Renungan Rohani by juandi.siregar on 01-09-2009

Rumah kami langsung berseberangan dengan pintu masuk RS John Hopkins di Baltimore. Kami tinggal dilantai dasar dan menyewakan kamar-kamar lantai atas pada para pasien yang ke klinik itu.

Suatu petang dimusim panas, ketika aku sedang menyiapkan makan malam, ada orang mengetuk pintu. Saat kubuka, yang kutatap ialah seorang pria dengan wajah yang benar buruk sekali rupanya. “Lho, dia ini juga hampir Cuma setinggi anakku yang berusia 8 tahun,” pikirku ketika aku mengamati tubuh yang bungkuk dan sudah serba keriput ini. Tapi yang mengerikan ialah wajahnya, begitu miring besar sebelah akibat bengkak, merah dan seperti daging mentah., hiiiihh…!

Tapi suaranya begitu lembut menyenangkan ketika ia berkata, “Selamat malam. Saya ini kemari untuk melihat apakah anda punya kamar hanya buat semalam saja. Saya datang berobat dan tiba dari pantai Timur, dan ternyata tidak ada bis lagi sampai esok pagi.” Ia bilang sudah mencoba mencari kamar sejak tadi siang tanpa hasil, tidak ada seorangpun tampaknya yang punya kamar.

“Aku rasa mungkin karena wajahku .. Saya tahu kelihatannya memang mengerikan, tapi dokterku bilang dengan beberapa kali pengobatan lagi…”

Untuk sesaat aku mulai ragu2, tapi kemudian kata2 selanjutnya menenteramkan dan meyakinkanku: “Oh aku bisa kok tidur dikursi goyang diluar sini, di veranda samping ini. Toh bis ku esok pagi2 juga sudah berangkat.”Aku katakan kepadanya bahwa kami akan mencarikan ranjang buat dia, untuk beristirahat di beranda.

Aku masuk kedalam menyelesaikan makan malam. Setelah rampung, aku mengundang pria tua itu, kalau2 ia mau ikut makan. “Wah, terima kasih, tapi saya sudah bawa cukup banyak makanan.” Dan ia menunjukkan sebuah kantung kertas coklat. Selesai dengan mencuci piring2, aku keluar mengobrol dengannya beberapa menit. Tak butuh waktu lama untuk melihat bahwa orang tua ini memiliki sebuah hati yang terlampau besar untuk dijejalkan ketubuhnya yang kecil ini.

Dia bercerita ia menangkap ikan untuk menunjang putrinya, kelima anak2nya, dan istrinya, yang tanpa daya telah lumpuh selamanya akibat luka di tulang punggung. Ia bercerita itu bukan dengan berkeluh kesah dan mengadu; malah sesungguhnya, setiap kalimat selalu didahului dengan ucapan syukur pada Allah untuk suatu berkat! Ia berterima kasih bahwa tidak ada rasa sakit yang menyertai penyakitnya, yang rupa2nya adalah semacam kanker kulit. Ia bersyukur pada Allah yang memberinya kekuatan untuk bisa terus maju dan bertahan.

Saatnya tidur, kami bukakan ranjang lipat kain berkemah untuknya dikamar anak2. Esoknya waktu aku bangun, seprei dan selimut sudah rapi terlipat dan pria tua itu sudah berada di veranda. Ia menolak makan pagi, tapi sesaat sebelum ia berangkat naik bis, ia berhenti sebentar, seakan meminta suatu bantuan besar, ia berkata, “Permisi, bolehkah aku datang dan tinggal disini lagi lain kali bila aku harus kembali berobat? Saya sungguh tidak akan merepotkan anda sedikitpun. Saya bisa kok tidur enak dikursi.”Ia berhenti sejenak dan lalu menambahkan, “Anak2 anda membuatku begitu merasa kerasan seperti di rumah sendiri. Orang dewasa rasanya terganggu oleh rupa buruknya wajahku, tetapi anak2 tampaknya tidak terganggu.”

Aku katakan silahkan datang kembali setiap saat. Ketika ia datang lagi, ia tiba pagi2 jam tujuh lewat sedikit. Sebagai oleh2, ia bawakan seekor ikan besar dan satu liter kerang oyster terbesar yang pernah kulihat. Ia bilang, pagi sebelum berangkat, semuanya ia kuliti supaya tetap bagus dan segar. Aku tahu bisnya berangkat jam 4.00 pagi, entah jam berapa ia sudah harus bangun untuk mengerjakan semuanya ini bagi kami. Selama tahun2 ia datang dan tinggal bersama kami, tidak pernah sekalipun ia datang tanpa membawakan kami ikan atau kerang oyster atau sayur mayur dari kebunnya. Beberapa kali kami terima kiriman lewat pos, selalu lewat kilat khusus, ikan dan oyster terbungkus dalam sebuah kotak penuh daun bayam atau sejenis kol, setiap helai tercuci bersih. Mengetahui bahwa ia harus berjalan sekitar 5 km untuk mengirimkan semua itu, dan sadar betapa sedikit penghasilannya, kiriman2 dia menjadi makin bernilai…

Ketika aku menerima kiriman oleh2 itu, sering aku teringat kepada komentar tetangga kami pada hari ia pulang ketika pertama kali datang. “Ehhh, kau terima dia bermalam ya, orang yang luar biasa jelek menjijikkan mukanya itu? Tadi malam ia kutolak. Waduhh, celaka dehh.., kita kan bakal kehilangan langganan kalau nerima orang macam gitu!” Oh ya, memang boleh jadi kita kehilangan satu dua tamu. Tapi seandainya mereka sempat mengenalnya,mungkin penyakit mereka bakal jadi akan lebih mudah untuk dipikul. Aku tahu kami sekeluarga akan selalu bersyukur, sempat dan telah mengenalnya; dari dia kami belajar apa artinya menerima yang buruk tanpa mengeluh, dan yang baik dengan bersyukur kepada Allah.

Baru2 ini aku mengunjungi seorang teman yang punya rumah kaca. Ketika ia menunjukkan tanaman2 bunganya, kami sampai pada satu tanaman krisan [timum] yang paling cantik dari semuanya, lebat penuh tertutup bunga berwarna kuning emas. Tapi aku jadi heran sekali, melihat ia tertanam dalam sebuah ember tua, sudah penyok berkarat pula. Dalam hati aku berkata,”Kalau ini tanamanku, pastilah sudah akan kutanam didalam bejana terindah yang kumiliki.”

Tapi temanku merubah cara pikirku. “Ahh, aku sedang kekurangan pot saat itu,” ia coba terangkan, “dan tahu ini bakal cantik sekali, aku pikir tidak apalah sementara aku pakai ember loak ini. Toh cuma buat sebentar saja, sampai aku bisa menanamnya ditaman.”

Ia pastilah ter-heran2 sendiri melihat aku tertawa begitu gembira, tapi aku membayangkan kejadian dan skenario seperti itu disurga. “Hah, yang ini luar biasa bagusnya,” mungkin begitulah kata Allah saat Ia sampai pada jiwa nelayan tua baik hati itu.” Ia pastilah tidak akan keberatan memulai dulu didalam badan kecil ini.” Semua ini sudah lama terjadi, dulu dan kini, didalam taman Allah, betapa tinggi mestinya berdirinya jiwa manis baik ini.

“Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang didepan mata, tetapi Tuhan melihat hati.” (1 Samuel 16:7b)

Sahabat2 adalah istimewa sekali. Mereka membuatmu tersenyum dan mendorongmu jadi sukses. Mereka meminjamimu sebuah kuping dan berbagi suatu kata pujian. Tunjukkan kawan2mu betapa kau peduli.. Buatlah seseorang tersenyum hari ini.

“Your failure is not a reason for GOD to stop loving you”

GBU all

Sumber

Musium Alkitab Digital

Filed under Berita Rohani by juandi.siregar on 24-08-2009

Ada situs khusus musium Alkitab Digital…
Salah satu gambar di musium Alkitab Digital…
Isinya tentang peristiwa-peristiwa yang ada di Alkitab.
gbr-musium-alkitab-digital Ini situsnya…
http://www.bijbelsmuseum.nl/

Silahkan kunjungi…

10 KIAT MEMPERTAHANKAN SEMANGAT HIDUP

Filed under Renungan Rohani by juandi.siregar on 24-08-2009

Banyak hal positif yang dapat Anda lakukan di tengah kesibukan rutin. Nikmatilah hidup sembari bekerja, niscaya Anda akan tetap mempertahankan semangat dan memiliki kehidupan yang bertenaga. Filipi 4:4 “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan. Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!”

1. BERIKANLAH LEBIH DARI YANG DIMINTA
Jadilah orang yang selalu memberikan ‘lebih’ dalam apa saja yang Anda lakukan. Jadikanlah ‘totalitas’ sebagai gaya hidup Anda karena kebiasaan membentuk karakter. Berilah tanpa mengharap imbalan dan pujian.

2. KURANGI KETEGANGAN
Orang bijak bilang: “Suatu saat nanti kamu akan tertawa jika teringat akan hal ini.” Kurangilah stres dengan berpikir bahwa segala sesuatu dalam hidup Anda pasti akan berjalan lebih baik. Walaupun kondisi pada saat ini tidak mendukung Anda untuk bersemangat. Milikilah kerangka berpikir positif! Lihatlah setiap situasi sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. Jangan lupa untuk tetap tertawa.

3. KUASAILAH KEBIASAAN ANDA
Kebiasaan dapat membuat Anda menjadi lebih baik atau lebih buruk. Pastikanlah untuk memiliki kebiasaan yang memiliki efek yang baik bagi diri & hidup Anda. Lenyapkanlah kebiasaan buruk yang merugikan.

4. PILIHLAH LINGKUNGAN ANDA
Perhatikan, siapa saja orang yang sangat berpengaruh dalam hidup Anda? Kita semua terbentuk oleh lingkungan kita. Setiap orang yang ada di sekeliling kita mempengaruhi kepribadian, kepercayaan, dan nilai-nilai yang kita anut. Jadi, siapa orang terdekat Anda? Pastikan bahwa mereka mendukung Anda untuk maju. Hindari orang yang mengha-langi perkembangan dan mematikan semangat Anda.

5. LUANGKAN WAKTU UNTUK KEGIATAN YANG ANDA SUKAI
Seringkali kita berupaya keras untuk berlari mengejar kemajuan dalam kehidupan kita, hingga melupakan hal-hal yang membuat kita bahagia. Jika terlalu tegang, Anda menjadi lelah jiwa raga, dan bosan. Kembalikan semangat Anda dengan meluangkan waktu untuk melakukan hobi Anda. Lakukanlah secara teratur.

6. PECAHKAN MASALAH YANG MENGHIMPIT ANDA
Masalah yang belum terpecahkan berpotensi untuk menguras enerji kita. Cari tahu, masalah apa saja yang menghimpit jiwa dan membuat Anda tertekan. Carilah solusi atas masalah Anda. Selesaikanlah urusan yang belum selesai, seperti melunasi hutang, menyelesaikan skripsi atau pekerjaan yang belum beres. Dijamin, Anda akan menjadi lega setiap satu masalah selesai. Bereskan saja semuanya, supaya Anda kembali bersemangat!

7. FOKUS! FOKUS! FOKUS!
Enyahkan kecerobohan dan hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup Anda dengan fokus pada apa saja yang sedang Anda lakukan saat ini. Kembangkanlah kebiasaan untuk melakukan satu saja pekerjaan. Fokuslah pada hal itu hingga pekerjaan itu selesai. Berilah perhatian pada detail untuk meraih kesempurnaan.

8. SISIHKAN WAKTU UNTUK MENYUSUN HIDUP ANDA
Kebanyakan orang menyerah pada keadaan dan tidak memperjuangkan hidup mereka. Akibatnya hidup mereka menjadi tak menentu dan tanpa arah serta tujuan. Hindarilah hal ini dengan mengetahui apa yang Anda inginkan. Ketahuilah impian Anda. Anda ingin menjadi apa? Kehidupan seperti apa yang Anda dambakan? Apa sumbangsih Anda bagi manusia dan dunia? Jadilah orang yang proaktif dengan berusaha menata diri dan hidup Anda ke arah yang lebih baik. Susunlah rencana dan berjuanglah!

9. MENJAGA KESEHATAN JIWA & RAGA
Makanlah makanan yang bergizi, jangan hanya asal kenyang. Miliki tidur yang berkualitas. Berolahragalah secara teratur. Lakukan segala upaya untuk menunjang raga kita tetap sehat. Karena kesehatan tubuh berpengaruh pada kesegaran mental. Usahakan untuk berada dalam lingkungan yang ‘sehat’, hindari lingkungan yang penuh tekanan, carilah kehidupan yang lebih baik. Berbagilah bersama sahabat. Jangan lupa bahwa Tuhan itu ada, berserah & berdoalah!

10. BERINVESTASI PADA OTAK & PIKIRAN ANDA
Pikiran Anda adalah komputer yang tercanggih di dunia! Up grade yourself! Maka, jangan pernah berhenti belajar dan mengembangkan bakat Anda. Jangan malas mempelajari keahlian baru yang akan meningkatkan kesehatan, kekuatan mental, dan performa kerja kita. Jangan takut mencoba pengalaman baru. Hal baru dapat menstimulasi pikiran kita. Gunakanlah pengetahuan yang Anda miliki untuk berkarya, mengajar, mendukung orang lain, dan berpartisipasilah dalam membuat dunia menjadi lebih baik.

Sumber

5 Orang Berumur 100 Tahun Beberkan Rahasia Hidup Panjang

Filed under Berita Rohani by juandi.siregar on 22-08-2009

Tags :

5orang100tahun-1 ROLLA, Mo. (AP) – Lima tetangga di sebuah panti jompo di Missouri yang semuanya centenarian (berumur 100 tahun atau lebih) selalu ditanya: “Bagaimana caranya kamu hidup sampai 100 tahun?”

Jika anda ingin hidup 100 tahun atau lebih, kelompok yang terdiri dari lima perempuan gaek ini mengatakan kuncinya adalah bekerja keras dalam pekerjaan yang anda cintai dan menjaga tubuh selama masih ada di dalamnya.

Walaupun banyak orang saat ini berada di angka satu abad atau lebih, menemukan lima orang berusia 100 tahun hidup dalam satu tempat adalah luar biasa.

Di Amerika, jangka hidup orang berkisar dua atau tiga tahun sebelum usia ke-80. Dan kebanyakan tidak mau menghentikan kebiasaan minum kopi, merokok, minum soda, alkohol dan mengkonsumsi makanan sehat.

“Orang-orang mengatakan kepada saya sepanjang waktu, ‘Saya tidak mau hidup sampai umur 100,’” kata Mildred Leaver, yang mencapai 100 tahun Juni lalu.

Empat temannya yang lain di panti jompo komunitas di Rolla Presbyterian Manor menganggukkan kepala mereka tanda setuju. Mereka juga sering mendengar: “Siapa yang mau hidup sampai 100 tahun?”

“Saya pikir itu menyedihkan. Usia adalah sikap dan saya tidak merasa tua,” kata Leaver, seorang mantan pendidik yang masih mengendarai mobil Buick tuanya ke kota.

Untuk melihat betapa spesialnya kuintet centenarian ini, lihatlah pada Presbyterian Manor di 16 komunitas lain di sepanjang daerah Midwest. Hanya 4 dari 2000 orang yang hidup 100 tahun atau lebih – dan masing-masing tinggal dalam panti yang berbeda-beda.

Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk melihat bahwa Leaver dan tetangganya Mildred Harris, Grace Wolfson, Gladys Stuart dan Viola Semas, mempunyai banyak kesamaan daripada hanya umur panjang dan kebiasaan hidup sehat. Mereka semua berumur 100 tahun kecuali Stuart, yang berumur 101.

Walaupun pendengaran dan penglihatan mereka tidak seperti dulu lagi, mereka semua terhindar dari penyakit yang biasanya menyerang orang tua. Sudah 50 tahun lebih sejak Leaver mengalahkan kanker untuk yang pertama dan terakhir kalinya.

Persamaan yang menghubungkan mereka adalah kesetiaan berdekade lamanya terhadap pekerjaan yang mereka cintai, sebagai seorang petani, designer, kepala sekolah, administrasi dan sekretaris.

Wolfson mengatakan bahwa seni dan karir 25 tahun sebagai ilustrator aerospace telah membantu dirinya hidup 100 tahun dan melewati masa-masa terbaik dalam hidupnya.

Imigran dari Budapest, Hungaria, yang berusia 100 tahun musim panas tahun ini mengatakan dia masih terinspirasi oleh seni. Karya seninya digantung di panti jompo, yang mengadakan pesta ulang tahun untuk menghormati lima wanita itu.

Harris mengatakan kerja keras pertanian serta buah-buahan dan sayuran yang berlimpah di kebunnya membuat dia terus hidup. Dia juga seorang advokat keras anti rokok.

“Tidak pada tembakau. Saya menyaksikan suami saya hanya batuk dan batuk sampai itu membunuh dia,” kata Harris.

Karir yang panjang dalam administrasi menjaga kehidupan Semas seimbang dari uang yang diaturnya. Semas mengatakan ia masih menyukai angka, terutama saat menang dalam permainan Bingo.

Semua mengatakan hidup di panti jompo tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

“Mereka benar-benar melakukan pekerjaan yang bagus untuk membuat kami terhibur, aktif dan menikmati hidup,” kata Stuart, pensiunan sekretaris dan yang tertua dengan umur 101.

Anita Carroll, 50, direktur Presbyterian Manor, mengatakan bahwa stigma mengenai panti jompo dan rumah perawatan mulai berubah. “Orang tidak datang ke sini untuk mati, mereka datang ke sini untuk hidup,” kata Carroll.

Saat Leaver, si guru dan kepala sekolah pindah ke tempat itu beberapa tahun yang lalu, Carroll seketika itu juga mengenali dia sebagai kepala sekolah dasarnya.

“Anda menjaga saya di sepanjang tahun-tahun itu,” kata Carroll kepada Leaver saat dia pindah. “Sekarang saya akan menjaga anda.”

————————————————————————————————————-

Copyright © 2006 The Associated Press. All rights reserved. The information contained in the AP News report may not be published, broadcast, rewritten or redistributed without the prior written authority of The Associated Press.

Sumber

Mangkuk Perenungan

Filed under Renungan Rohani by juandi.siregar on 22-08-2009

mangkuk-perenungan
Bacaan : Lukas 18:18-27

KristianiPost-Tak terhitung berapa kali hati saya berkata, “Aku akan memanggang roti.” Lalu suatu hari saya menyadari bahwa saya tidak pernah menganggang roti selama hidup-ovenlah yang dapat melakukannya. Saya hanya mencampur bahan-bahan yang tepat dan sisanya dikerjakan oleh oven. Dengan pembagian pekerjaan seperti itu, saya senang melihat orang-orang mencicipi dan menikmati roti yang lezat.

Allah menggunakan “mangkuk pen-campur” perenungan untuk menjernihkan pilihan sulit yang saya hadapi ketika me-mulai pendalaman Alkitab di lingkungan tempat tinggal saya. Mengajak para tetangga saya untuk belajar Alkitab bersama tidak sama dengan melihat mereka percaya dan mengikut Kristus. Saya sempat merasa tak berdaya. Namun, tiba-tiba saya melihat kejelasan. Seperti memanggang roti, menyuruh seseorang menjadi kristiani adalah hal mustahil bagi saya, tetapi tidak bagi Allah. Saya telah mencampur adonan yang tepat-rumah yang terbuka, persahabatan, kasih. Kini saya tinggal percaya kepada Roh Kudus, melalui firman-Nya, untuk melakukan tugas-Nya. Ketika saya mengerjakan bagian itu, saya memperoleh sukacita karena melihat orang-orang menikmati kebaikan Allah.

Dalam Lukas 18:18-27, Yesus dengan begitu jelas menyatakan banyaknya halangan untuk menjaga iman para pengikut-Nya yang mulai meragukan apakah mereka akan diselamatkan. Apakah Anda merasakan hal yang sama terhadap seseorang? Yakinlah atas peringatan kuat yang diberikan Tuhan bahwa ada banyak hal yang hanya dapat dilakukan oleh Allah sendiri. Menyelamatkan manusia adalah salah satunya

Siapa Yang Hebat?

Filed under Renungan Rohani by juandi.siregar on 21-08-2009

hebat-upload-kecil-2Mazmur 115:1
“Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu!”
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 52; Markus 2; Yesaya 57-58

Selama masa Perang Dunia II, Harry Truman yang berasal dari Partai Demokrat diangkat menjadi Presiden Amerika Serikat ke-33 menggantikan pendahulunya Franklin Delano Roosevelt yang meninggal dunia. Harry Truman mengatakan bahwa ia merasa ada beban yang sangat berat dijatuhkan di atas pundaknya. Karena itu ia meminta agar orang-orang berdoa untuknya.

Diceritakan pula bahwa seorang rekan lamanya yang bernama Sam Rayburn, berusaha membantunya menjadi yang rendah hati dengan berkata, “Orang-orang akan melihat dirinya dan mereka akan berkata betapa hebatnya kau, Harry, tetapi kita berdua tahu bahwa sebenarnya kau tidaklah hebat.”

Dalam II Tawarikh 26, kita membaca tentang Uzia, seorang raja yang sangat hebat. Ia dinobatkan menjadi raja saat berumur 16 tahun dan memerintah bangsa Yehuda selama 52 tahun lamanya (ayat 1-3). Ia juga adalah seorang raja yang takut akan Allah, dan memimpin bangsanya dalam kemakmuran untuk jangka waktu yang cukup lama.

Kemasyuran Uzia tersebar luas sampai ke wilayah di luar Yehuda, namun ia terlena karena mendengar pujian orang banyak tentang betapa hebat dirinya. Dengan sombong ia kemudian mengambil peran imam, padahal tugas itu disediakan Allah hanya bagi mereka yang adalah keturunan Harun. Oleh karena ketidaktaatannya itu, Allah kemudian menimpakan penyakit kusta kepadanya (ayat 19).

Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti menemui ada banyak orang hebat, mungkin mereka adalah musisi yang hebat atau olahragawan yang hebat, tetapi sesungguhnya tidak ada satu pun diantara mereka benar-benar hebat. Mereka semua pastilah memiliki kelemahan masing-masing yang mungkin tidak ada satu pun yang mengetahuinya.

Allah yang adalah pencipta alam semesta ini, Dia-lah yang sebenarnya terhebat. Bahkan orang-orang hebat yang Anda kagumi saat ini, mereka pun diberikan Tuhan kemampuan agar bisa melakukan hal-hal yang menginsipirasi hidup Anda. Oleh karena itu datanglah kepada Tuhan karena hanya Dia saja yang benar-benar hebat dan layak di puji.

Pikiran yang terlalu banyak tentang diri sendiri membuat pikiran Anda tentang Allah menjadi terlalu sedikit

Jawaban.com

Subscribe to RSS Feed Rss